REPRESENTASI RASISME PEREMPUAN PADA FILM “NOTHING SPECIAL” KARYA FERTHAMANSYAH

Suryanto Suryanto, Rosta Minawati, Koes Yuliadi

Sari


Film Nothing Special merupakan film pendek yang menceritakan seorang mahasiswa yang memilki segalanya baik materil maupun moril. Lala memiliki karakter yang kasar dan sombong, Lala sangat dengan mudah untuk melakukan perbuatannya dengan temannya dan memerintahkan sesuai dengaan keinginannya. Penelitian ini menganalisis penggambaran perempuan sebagai pelaku kekerasan dalam film Nothing Special. Metode yang digunakan adalah analisis representasi, yang digunakan untuk menggambarkan konstruksi ideologis dan wacana mengenai perempuan dan rasisme dalam film Nothing Special. Hasilnya, didapati bahwa seseorang perempuan yang merasa paling benar dan karena mempunyai uang  yang banyak jadi ia dapat membeli segala dan memarahi teman-temannya. Ketika teman-temannya merasa kesal dengan peran utama perempuan yaitu Lala maka mereka mencuri dan menyiksa perempuan tersebut atas perbuatannya kepada mereka dan disinilah peniliti ingin membahas atau mengkaji representasi rasisme antar perempuan dengan teman yang kurang mampu dan mudah untuk dibully sesuka keinginan Lala.

Kata Kunci


Film; Penggambaran Perempuan; Representasi Rasisme

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arivia.Gadis. 2006. Feminisme: Sebuah Kata Hati. Jakarta : Penerbit Kompas. Politik Media. Yogyakarta: LKiS

Astuti.2015. Analisis Pengaruh Bahan Tambah Kapur Terhadap karakteristik RAP (Reclaimed Asphalt Pavement), Tugas Akhir, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Bungin, Burhan.2007.Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial lainnya.Jakarta:Putra Grafika

Diana Markimbunan. 1973. Simbol dan Perlambang Warna, Sebuah Pengantar Kriya Seni Memahami Kode dan Lambang dalam Masyarakat. Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret. Hal 34

Fomm, Erich. 2001. Akar Kekerasan, Analisis Sosio-Psikologis atas Watak Manusia, hal 146.

Hariyanto. 2009. Gender dalam Konstruksi Media. Jurnal Komunika. STAIN Purwokerto.

Irawanto, Budi, 1999, Film, Idiologi, dan Militer, Media Pressindo, Yogyakarta

Liliweri,Alo. 2005.Prasangka dan KonflikKomunikasi. Yogyakarta.LKis.

Markimbunan.Diana. 1973. Simbol dan Perlambang Warna, Sebuah Pengantar Kriya Seni Memahami Kode dan Lambang dalam Masyarakat. Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret.

Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Cetakan ke 18. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014

Rohandika, Cahyo. 2011. Takut : Kaleidoskop Film Horor Indonesia. Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia., hal. 59

Sears, David O dkk, 1999, Psikologi Sosial, P.T Gelora Aksara Pratama, Jakarta

Sobur, Alex, 2003, Semiotika Komunikasi, P.T Rosdakarya, Bandung

Sumarno, Marselli, 1966, Dasar-Dasar Apresiasi Film, Gramedia Widiasarana, Jakarta

Stephanus Hermawan Susanto . (2011), Mudah Membuat Aplikasi Android., C.V ANDI OFFSET, Yogyakarta

Wibowo (2011). Manajemen Kinerja. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

Yusuf Amir Pilang. 2012. Semiotika dan Hipersemiotika: Kode, Gaya, dan Matinya Makna. Edisi Keempat. Bandung: Matahari. Hal. 238 – 239.




DOI: http://dx.doi.org/10.22303/proporsi.3.1.2017.92-102

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

Kantor Redaksi PROPORSI Journal. Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241

 

Qries Qries Qries Qries Qries Qries

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Flag Counter