Peran Orang Tua Dan Guru Terhadap Pendidikan Dini Anti Korupsi Pada Anak Di YPI. Hj. Animah Ar-Raihan Martubung Medan

Muhsin Lambok Ilvira, Fitri Yani, Tonna Balya

Sari


Perbuatan korupsi atau dikenal dengan tindak pidana korupsi sering di media kita mendengar berita bahwa pejabat pemerintah baik daerah maupun kota terjerat kasus korupsi. Mulai dari korupsi pendanaan uang, korupsi pengadaan barang dan jasa bahkan sampai pada korupsi bantuan sosial untuk masyarakat banyak. Dari banyaknya kasus korupsi di Indonesia membuktikan bahwa kejahatan ini tidak dapat di cegah hanya dengan melalui peraturan dan sanksi yang diberikan pada pelaku korupsi, sehingga kearah perkembangan pemikiran dan ilmu para pendidik maka pencegahan dan pemberantasan korupsi dilakukan melalui pendidikan di tingkat dasar termasuk kepada anak di usia dini di tingkat taman kanak-kanak, yang dilakukan oleh terutama orang tua jika dirumah dan para guru di sekolah yang mengambil peran untuk melakukan tindakan pencegahan korupsi melalui sarana pendidikan. Tujuan penyuluhan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana melakukan pencegahan melalui peran orang tua dan guru dalam mengajarkan kepada anak usia dini bahwa korupsi itu tidak baik dan tidak boleh dilakukan. Metode Pendekatan masalah yang di gunakan dalam penyuluhan ini adalah pendekatan sosiologis empiris. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peran orang tua dan guru untuk mengajarkan tidak boleh melakukan korupsi merupakan sarana pencegahan sejak dini. Dan dilakukan terlebih dahulu dari pihak internal yakni keluarga dengan mengadakan komunikasi keluarga antar ayah dan ibu serta anak dengan mengajarkan nilai-nilai kejujuran dan dari guru disekolah yang mengajarkan nilai ketertiban dan kejujuran pada anak didiknya dengan tetap konsisten menanamkan nilai- nilai agama, social dan etika serta budaya yang sesuai dengan nilai-nilai agama yang baik dan benar.


Kata Kunci


Peran, Orang Tua, Guru, Pendidikan Anti Korupsi, Anak

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Eka Kurnia. 2006. Poligami Siapa Takut Jakarta: Qultum Media.

Siti Musdah Muilia. 2004. Islam Menggugat Poligami. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Jaih Mubarok. 2005. Modernisasi Hukum Perkawinan di Indonesia, Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Departemen Agama RI. 2004. Terjemahan Al-Qur’an. Surabaya: Mekar.

Muhammad Noor. 1966. Al-qur’an dan Terjemahannya. semarang: Toha Putra.

Abdul Ghani. 1979. ‘Abud,Al-Usrah Al-Muslimah Wa Al-Usrah Mu’asyarah. Bandung: Pustaka.

Peraturan Perundang-Undangan :

Undang Nomor 1 Tahun 1974 Jo Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan

Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Rancangan Undang-Undang

Kompilasi Hukum Islam

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 Jo. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1954 Tentang Pencatatan Perkawinan


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

Kantor Redaksi PUBLIDIMAS

Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.