SPK DALAM PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK MENGGUNAKAN METODE PADA PT. FANTASI ERESTAMA CEMERLANG

Yan Yang Thanri, Lahmudin Sipahutar, Lili Tanti, Safrizal Safrizal

Sari


Pada suatu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa dan layanan sangat diperlukan peningkatan kualitas kerja, agar suatu perusahaan tersebut dapat semakin maju dan berkembang. Peningkatan kualitas kinerja karyawan dapat dilihat dari keseharian karyawan tersebut dalam menjalankan tugas-tugasnya, dan agar karyawan tersebut semangat dalam meningkatkan kinerjanya maka suatu perusahaan mengadakan pemilihan karyawan terbaik tiap bulannya untuk memberikan penghargaan kepada karyawan terbaik agar menjadi lebih semangat lagi dalam bekerja. Sejauh ini pemilihan karyawan terbaik mempunyai kekurangan pada pemilihan karyawan terbaik dikarenakan belum adanya nilai yang terukur. karyawan terbaik. Banyaknya criterian untuk penilaian yang akan dilakukan dalam proses penentuan karywan terbaik, dimana kriterian itu berdasarkan pada presepsi orang. Adapun masalah yang lain yang muncul dalam penentuan karyawan terbaik adalah sering kali pimpinan sebagai pengambil keputusan masih mengandalkan instuisi (subjecktif), tentu saja ini akan menjadi kekurangan dalam menentukan ketepatan atau tidaknya seseorang terpilih menjadi karyawan terrbaik di perusahaan tersebut. Menentukan karyawan terbaik dengan tepat berdasarkan bobot nilai yang di dapat berdasarkan kriteria-kriteria yang ada pada perusahaan tersebut. Dimana kriteria untuk menentukan karyawan terbaik ada 5 kriteria dengan uji coba untuk 10 karyawan, dan untuk menentukan karyawan terbaik di perlukan juga sitem pendukung keputusan dimana system ini adalah sebuah system yang berbasis computer yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan untuk memecahkan suatu masalah dengan memanfaatkan data danmodel tertentu. Selain itu diperlukan juga suatu metode yang digunakan unruk melakukan suatu proses penilaian karyawan tersebut yaitu metode Simple Addtive Weighting (SAW). Hasil dari pengujian terhadap metode ini adalah sebanyak satu karyawan yang memiliki bobot nilai tertinggi dan akan menjadi karyawan terbaik. Jadi dengan sistem dan metode ini para pimpinan tidak lagi memilih karyawan terbaiknya berdasarkan instuisi (subjektif), tetapi sudah berdasarkan bobot nilai yang didapat karyawan tersebut..


Kata Kunci


SPK; SAW; AMZ

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


ELISTRI, Melisa; WAHYUDI, Jusuf; SUPARDI, Reno. Penerapan Metode Saw Dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan Pada Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Seluma. Jurnal Media Infotama, 2014, 10.2.

NUGRAHA, Fajar; SURARSO, Bayu; NORANITA, Beta. Sistem Pendukung Keputusan Evaluasi Pemilihan Pemenang Pengadaan Aset dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW). J. Sist. Inf. Bisnis, 2012, 2.54: 67-72.

RUSKAN, Endang Lestari; IBRAHIM, Ali; HARTINI, Dwi Citra. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Hotel Di Kota Palembang Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW). Jurnal Sistem Informasi, 2013, 5.1.

TANTI, Lili. Pemilihan Pegawai Berprestasi Berdasar Evaluasi Kinerja Pegawai Dengan Metode SAW. SEMNASTEKNOMEDIA ONLINE, 2015, 3.1: 2-2-169.

WEDHASMARA, Ari, et al. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Pembelian Kendaraan Bermotor Dengan Metode SAW. Jurnal Sistem Informasi, 2014, 2.2.

ZULITA, Leni Natalia. Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode SAW untuk penilaian dosen berprestasi (Studi kasus di Universitas Dehasen Bengkulu). Jurnal Media Infotama, 2013, 9.2.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

Kantor Redaksi PUBLIDIMAS

Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.