SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT GANGGUAN PERNAFASAN OLEH ASAP ROKOK MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER

Arie Sandi Pratama, Safrizal Safrizal, Juli Iriani

Sari


Rendahnya informasi masyarakat akan pengetahuan tentang edukasi seputar penyakit khususnya penyakit gangguan pernafasan, menjadi faktor penting mengapa angka kematian yang dikarenakan penyakit gangguan pernafasan sangatlah tinggi. Selain itu, dibutuhkan tenaga medis dalam jumlah yang cukup untuk membantu masyarakat di daerah – daerah tertentu wilayah Indonesia agar dapat mengatasi penyakit gangguan pernafasan jauh lebih luas. Merokok ataupun terpapar asap rokok diketahui menjadi faktor resiko yang kuat terhadap kejadian kanker paru dan penyakit mematikan lainnya. Asap rokok mengandung konsentrasi karbon monoksida yang tinggi. Konsentrasi karbon monoksida akan mematikan jika dihirup terus menerus selama 30 menit. Salah satu bentuk dari kemajuan teknologi komputer adalah sistem pakar, yang merupakan bagian dari kecerdasan buatan. Dalam upaya membantu masyarakat untuk mendiagnosa penyakit gangguan pernapasan disebabkan oleh asap rokok diperlukan sebuah sistem pakar dengan menggunakan metode Dempster Shafer sehingga penanganan terhadap penyakit tersebut dapat dengan cepat dilakukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang sistem pakar yang dapat menghasilkan kesimpulan akhir berupa penyakit yang diderita dan dengan menggunakan metode Dempster Shafer dapat diketahui berapa persen pasien tersebut mengalami penyakit gangguan pernafasan tersebut.

Kata Kunci


Sistem Pakar, Gangguan Pernafasan, Asap Rokok, Dempster Shafer

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Nainggolan, W. M. P., Santoso, E., & Hidayat, N. (2018). “Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Menggunakan Metode Fuzzy Tsukamoto” Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-ISSN, 2548, 964X.

Saminan, S. (2016). “Efek Perilaku Merokok Terhadap Saluran Pernapasa” Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 16(3), 191-194.

Ritonga, E. R., & Irawan, M. D. (2017). “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Paru-Paru Pada Anak Dengan Metode Dempster-Shafer” Computer Engineering, Science and System Journal, 2(1), 39-47.

Malinda, G., Farmadi, A., & Aziz, M. (2019). “Dempster Shafer's Role In The Expert System In Diagnosing Pet Skin Diseases” Klik-Kumpulan Jurnal Ilmu Komputer, 6(1), 107-115.

Pratama, Y. A., & Junianto, E. (2015). “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih dengan Metode Breadth First Search” Jurnal Informatika, 2(1).

Widyaningsih, M. (2018). “Sistem diagnosa penyakit tht pada balita menggunakan dempster shafer” JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer), 3(1), 27-36.

Usman, U. (2017). “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pernafasan Menggunakan Metode Case Based Reasioning” Jurnal Ipteks Terapan, 11(4), 272-282.

Septiana, L. (2016). “Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ispa Dengan Metode Certainty Factor Berbasis Android” Jurnal Techno Nusa Mandiri, 13(2), 89-96.

Swari, M. H. P., & Sugiharto, L. P. R. (2019). “Rancang Bangun Media Pembelajaran E-Learning Di Sma Muhammadiyah 1 Denpasar, Bali” Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer, 5(1).

Riyadi, A. (2016). “Hubungan merokok Dan Paparan Polusi Dengan Kejadian Bronkitis” Jurnal Media Kesehatan, 9(2), 134-138.

Amalia, N., Mudiana, N., & Masduqi, A. F. (2017). “Granul Effervescent Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium Cepa L.) Sebagai Obat Herbal Pengobatan Infeksi Bakteri Streptococcus Pyogenes Penyebab Faringitis” Media Farmasi Indonesia, 12(2).

Efni, Y., Machmud, R., & Pertiwi, D. (2016). “Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Kelurahan Air Tawar Barat Padang” Jurnal Kesehatan Andalas, 5(2).

Tumigolung, G. T., Kumaat, L., & Onibala, F. (2016). “Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Serangan Asma Pada Penderita Asma Di Kelurahan Mahakeret Barat Dan Mahakeret Timur Kota Manado” Jurnal Keperawatan, 4(2).

Ningrum, Y. Y., Ibrahim, A., Ardana, M., & Rusli, R. (2016, November). “Kajian Pola Pengobatan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Rapak Mahang” In Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Vol. 4, pp. 310-315).

Oktaria, D., & Ningrum, M. S. (2017). “Pengaruh Merokok dan Defisiensi Alfa-1 Antitripsin Terhadap Progresivitas Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan Emfisema” Jurnal Majority, 6(2), 43-49.

Siregar, Y. S., Widyaningsih, W., & Syahruddin, E. (2016). “Indeks Massa Tubuh, Persentase Otot Rangka, dan Albumin pada Pasien Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil Sebelum dan Setelah Kemoterapi” J. Respir Indo36, 73-82.




DOI: http://dx.doi.org/10.22303/it.9.1.2021.79-88

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

Redaksi IT Journal. Gedung A, LPPM Lt2, Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241

 

QriesQriesQries

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
 
Flag Counter