ANALISIS PESAN MORAL DALAM FILM JANGAN BACA PANCASILA KARYA RAFDI AKBAR

Dani Manesah, Rosta Minawati, Nursyirwan Nursyirwan

Sari


Penelitian ini berjudul Analisis Pesan Moral Dalam Film Jangan Baca Pancasila.Film jangan baca pancasila mengisahkan tentang sebuah keluarga yang mempunyai seorang anak yang bernama Sandy, Sandy tumbuh dan besar seperti pada umumnya, namun Sandy adalah seorang yang mengidap Asperger Syndrome, atau lebih dikenal dengan Autis, yang menyebabkan sulitnya ia dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial dalam lingkungannya, sejak ia kecil dia selalu dianggap aneh dan bodoh oleh banyak orang, hanya karena sikap autisnya tersebut.Tulisan ini bertujuan dalam menemukan pesan moral yang terdapat dalam film Jangan baca pancasila menggunakan sebuah  teori semiotika Roland Barthes.Metode penelitian Roland Barthes peneliti gunakan dalam memecahkan pesan moral yang terkandung pada scene dalam film Jangan baca pancasila yang diambil dengan mendenotasikan pesan serta makna konotasi yang ada pada film Jangan baca pancasila. Adapun hasil analisis pesan moral yang terdapat dalam film Jangan baca pancasila karya Rafdi Akbar dalam penelitian ini ditampilkan kedalam realita yang sesungguhnya yaitu dengan adanya hubungan manusia dengan manusia, adanya hubungan manusia dengan sang pencipta dan adanya hubungan manusia dengan lingkungan.

Kata Kunci


Autis; Denotasi; Konotasi; Semiotika; Roland Barthes

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Budiningsih, Asri. (2004). Pembelajaran Moral. Jakarta: Rineka Cipta.

Effendy, Erdianto, Erdianya. (2004). Komunikasi Massa. Bandung; PT. Remaja Rosda Karya.

Irawanto, Budi. (1999). Film Ideologi dan Militer. Yogyakarta: Media Presindo.

. Kriyantono, Rachmat. 2010. Teknik praktis riset komunikasi: disertai contoh praktis riset media, public relation, advertising, komunikasi organisaso, komunikasi pemasaran. Jakarta: Kencana

Mc. Qual, Dennis. (2005). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga.

Moeloeng, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Nawiroh, Vera. (2014). Semiotika Dalam Riset Komunikasi. Bogor: Ghalia

Nurgiyantoro, Burhan. (2009). Teori Pengkajian Fiksi.Yogyakarta: UGM

Pratista, Himawan. (2008). Memahami Film. Yogyakarta: Homerian Pustaka.

Rokhayah. (2015). Pesan Moral Membentuk Keluarga Sakinah Dalam Film “Habiebi dan Ainun “ Karya Faozan Rizal”, Skripsi Universitas Walisongo Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. [Online] Tersedia : http://eprints.walisongo.ac.id/4941/1/101211029.pdf (Download 4 April 2018).

Suseno, Magnis. (1987). Etika dan Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Kanisius.

Sobur, Alex. [2009]. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wibowo Andri Priyatna. 2010. Amazing Autism. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Yuwono, J. (2009). Memahami Anak Autistik: Kajian Teoritik dan Empirik. Yogyakarta: Alfabeta.

Weisarkurnai, B. F., & Nasution, B. (2017). Representasi Pesan Moral dalam Film Rudy Habibie Karya Hanung Bramantyo (Analisis Semiotika Roland Barthes). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, 4(1), 1-14.

Nisa, I., (2014). Analisis Semiotika Pesan Moral Dalam Film Jokowi, Skripsi Universitas Islam Syarif Hidayatullah Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. [Online] Tersedia: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/26866/1/ISHMATUN%20NISA-FDK.pdf (Download 4 April 2018)

Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman. 2014. eJournal Volume 2, Nomor 2, 280-281.




DOI: http://dx.doi.org/10.22303/proporsi.3.2.2018.176-187

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

Kantor Redaksi PROPORSI Journal. Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241

 

Qries Qries Qries Qries Qries Qries

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Flag Counter