DAMPAK SEKURITISASI KEBIJAKAN PEMERINTAH AUSTRALIA TERHADAP IRREGULAR MARITIME ARRIVALS

Indra Jaya Wiranata

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan Australia melakukan sekuritisasi terhadap kebijakan penanganan IMAs dan bagaimana dampak penerapan kebijakan tersebut terhadap IMAs dengan menggunakan konsep pengungsi dan sekuritisasi. Sekuritisasi dapat dilakukan terhadap isu yang dipolitisasi maupun tidak, selama dianggap terdapat ancaman yang nyata dari isu tersebut. Jadi apabila isu itu dipandang ancaman oleh aktor maka aktor dapat melakukan sekuritisasi. Besarnya arus pengungsi yang terus-terusan berupaya masuk ke Australia membuat pemerintah Australia resah. Pada tahun 2004 hanya terdapat 61 imigran, namun pada akhir tahun 2013 angka tersebut melonjak menjadi 25.173 jiwa. Pemerintah Australia menganggap peningkatan jumlah imigran tersebut menjadi beban dan ancaman bagi kedaulatan dan keamanan nasional Australia. Atas dasar ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan tersebut membuat pemerintahan Australia mengeluarkan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk menghalangi akses masuk ke para imigran tersebut ke Australia.

Kata Kunci


Irregular Maritime Arrivals (IMAs); Pengungsi Internasional; Sekuritisasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Buku :

Buzan, Barry, Ole Weaver, Jaap de Wilde, A New Framework of Analysis. Lynne Riener Publisher, London, 1998.

Campbell, David, Writing Security: United States Foreign Policy and the Politics of Identity. Manchester University Press, Manchester, 1998

Dunn, Kevin M, Natasha Klocker, Tanya Salaby, Contemporary Racism and Islamophobia in Australia, Sage, London, 2004.

Kevin, Tony. A Certain Maritime Incident-The Sinking of SIEV-X. Scribe Publications, Carlton North, 2004.

Myers, Willard. The Emerging Threat of Transnasional Organized Crime From The Sea. -, 1994.

Owens, G.R. Asset Confiscation: A New South Wales Overview. New South Wales,-, 2002.

Philips, Janet, Harriet Spinks, Parliamentary Librai, “Boat Arrival in Australia since 1976”, Australia, 2013.

Tailby, Rebecca. Organised Crime and People Smuggling/Trafficking to Australia. Australia Institute of Criminology, Canberra, 2001.

UNHCR, The State of The Worlds Refugee 1997-1998, A Humanitarian Agenda, Oxford University Press, New York.

Wagiman, Hukum Pengungsi Internasional, PT. Sinar Grafika, Jakarta, 2012.

Jurnal :

Ardianti, “Kebijakan Australia dalam Menangani Imigran Ilegal Di bawah Kepemimpinan Perdana Menteru Tony Abbot Tahun 2013”, JOM FISIP Volume 2 No 2 Oktober, 2015.

Soesilowati, Sartika. “Sekuritisasi manusia perahu: efektifkah?” Jurnal Global dan Strategis Vol 8/No 1 September, 2014.

Tanzila, Ela. “Motivasi Australia Menerapkan Kebijakan Sekuritisasi terhadap Irreguler Maritime Arrivals (IMAs) Tahun 2001-200”, JOM FISIP Volume 2 No 2 Oktober, 2015

Vermonte, Philips Jusario. “Transnational Organized Crime: Isu dan Permasalahannya” Journal CSIS Tahun XXXI/2002 No 1, 2002.

Watson, Sally. “Perjuangan Lanjutan Australia dengan Pencari Suaka yang tiba oleh perahu” Jurnal Kesejahteraan Sosial dan Hak Asasi Manusia Vol 2 No 2, 2014.

Dokumen Resmi

Australia Government, Department of Immigration and Border Protection. Statistic Section

Australian Government, Department of Foreign Affairs and Trade.

Australian Human Rights Commission: Migration Law.

Department Immigration and Citizenship: Immigration Detention Statistics summary.

Berita

Perwita, Anak Agung Bayu. “Isu Perbatasan dan Keamanan Nasional” Kompas, Jakarta, 2009.

Republika, Australia Berlakukan Lagi Visa Sementara Untuk Pengungsi dan Pencari Suaka, 2014.

The Jakarta Post, Indonesia, Australia agree on asylum seeker plan, diakses pada 1 November 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.22303/pir.2.1.2017.23-36

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

Kantor Redaksi Jurnal Power in International Relations (PIR) . Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241

 

Qries Qries Qries

 

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.