Kerjasama“Segitiga Maritim Dunia” Indonesia-Tingkok-Rusia: Membangun Keamanan Maritimasia Tenggara

Adi Rio Arianto

Sari


Kerjasama strategis Indonesia-Rusia-Tingkok di sektor Maritim secara signifikan mampu mendorong posisi Indonesia sebagai kunci Keamanan Maritim Asia Tenggara. Hal ini dapat dipahami melalui serangkaian kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia kepada Rusia dan Tingkok melalui skema: (1)Silk Road Economic Belt (SERB) dan Maritime Silk Road Point (MSRP), dan (2)Kerjasama wilayah Siberia dan Far East, dan (3)Kerjasama Poros Maritim Dunia. Kerjasama ini mencermikan bahwa model Politik Luar Negeri Indonesia telah mampu mempengaruhi perilaku Rusia dan Tiongkok baik secara struktural maupun relasional dalam menjaga dan memelihara keamanan Maritim Asia Tenggara. Pemeliharaan Keamanan Maritim Asia Tenggara yang melibatkan aktor luar kawasan seperti Rusia (Eurasia), Tiongkok (Asia Timur), dan Amerika Serikat (Asia Pasifik)turut mempengaruhi model pemeliharaan Keamanan Maritim Dunia. Dengan demikian Rusia dan Tingkok adalah penyokong bagi penguatan posisi Indonesia sebagai kunci keamanan Maritim Asia Tenggara yang pada akhirnya berimbas pada Arsitektur Keamanan Maritim Dunia.

Kata Kunci


Indonesia; Rusia; Tiongkok; Keamanan Maritim; Asia Tenggara

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Al-Rasyid, Fauzan, “Putin dan Jokowi Bertemu di APEC, Bahas Peluang Kembangkan Kerja Sama Ekonomi” pada tanggal 10 November 2014, diakses dari http://indonesia.rbth.com/news/2014/11/10/putin_dan_jokowi_bertemu_di_apec_bahas_peluang_kembangkan_kerja_sama_eko_25867 pada tanggal 20 Novemver 2016, pukul 11.55 WIB

Arianto, Adi Rio, 2016, Keamanan Siber Menuju Perang Geometri Antarbangsa; Geometripolitik dan Arsitektur Keamanan Dunia Era Horizontal Abad 21, Proseding Konvensi Nasional VII Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII)

Banyu, “Catatan Laksda TNI Untung Suropati Terkait Jalur Sutra Maritim Abad 21” pada tanggal 31 Agustus 2016, diakses dari http://nusantaranews.co/catatan-laksda-tni-untung-suropati-terkait-jalur-sutra-maritim-abad-21/ pada atnggal 20 Desember 2016, pkl 10.00 WIB

Dibb, Paul, 2001, “Indonesia: The Key to South-East Asia’s Security”, dalam International Affairs, 77 (4), hal. 829-842, diakses pada tanggal 20 Oktober 2016, pkl 20. 30 WIB

Gearóid Ó, Tuathail, dan Simon Dalby, 1998, Rethinking Geopolitics, London: Routledge11 New Fetter Lane, EC4P 4EE Simultaneously published in the USA and Canada

Hayati, Sri dan Yani, Ahmad, 2007, Geografi Politik,Bandung: PT. Refika Aditama

Hendrajit, “Jokowi di Antara Dua Karang” pada tanggal 13 November 2014, diakses dari http://www.aktual.com/jokowi-di-antara-dua-karang/ pada tanggal 20 November 2016, pukul 11.55 WIB

Hendrajit, “Presiden Jokowi Harus Fokuskan Sektor Maritim, Perdagangan dan Investasi di G-20”, pada tanggal 14 November 2015, diakses dari http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=18362&type=2#.WIH9hVOLRdg pada tanggal 20 November 2016, pukul 11.57 WIB

Holsti, K.J. dalam Wawan Juanda, 1992, Politik Internasional Suatu Kerangka Analisis, Bandung: Percetakan Binacipta

Kabar Politik, “Jokowi dan Retno bertemu menlu Tiongkok” pada tanggal 3 November 2014, diakses dari http://kabarpolitik.com/2014/11/03/jokowi-dan-retno-bertemu-menlu-tiongkok/ pada tanggal 20 Desember 2016, pukul 10.45 WIB.

Martin, Griffiths dan Terry O’Callghan, 2002, International Relations: The Key Concepts, New York: Routledge

Pehrson, Christopher J., 2006, String of Pearls: Meeting the Challenge of China's Rising Power Across the Asian Littoral., "Carlisle Papers in Security Strategy", Juli 2006

Purnomo, Damar Budi, “Hasjim Djalal: Maritim Masa Depan Indonesia” pada tanggal 14 Desember 2014, diakses dari http://jurnalmaritim.com/2014/12/hasjim-djalal-maritim-masa-depan-indonesia/ pada tanggal 20 Desember 2016, pkl 10.30 WIB.

R.Soeprapto,1997, Hubungan Internasional: Sistem Interaksi dan Perilaku, Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada,hal 181-186

RBTH Indonesia, “Putin dan Jokowi Bertemu di APEC, Bahas Peluang Kembangkan Kerja Sama Ekonomi“ diakses dari “http://indonesia.rbth.com/news/2014/11/10/putin_dan_jokowi_bertemu_di_apec_bahas_peluang_kembangkan_kerja_sama_eko_25867 pada tanggal 10 Oktober 2016 pukul 10.30 WIB

Soeprapto, R., 1997, Hubungan Internasional: Sistem Interaksi dan Perilaku, Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada

Stewart-Ingersoll, Robert, 2012,Regional Powers and Security Orders: A Theoretical Framework, Routledge

Tashandra, Nabilla, “DPR Wacanakan Masukan RUU Kamnas ke Prolegnas Prioritas 2016” pada tanggal 5 Agustus 2016, diakses dari http://nasional.kompas.com/read/2016/08/05/16072981/dpr.wacanakan.masukan.ruu.kamnas.ke.prolegnas.prioritas.2016 pada tanggal 20 November 2016, pukul 11.59 WIB

Tempo, “Putin: Asia Pasifik Prioritas Utama Rusia”, diakses dari https://m.tempo.co/read/news/2014/11/11/118621107/putin-asia-pasifik-prioritas-utama-rusia pada tanggal 10 Oktober 2016, pukul 10.00WIB

Teoropong Senayan, “Wow, Potensi Ekonomi Sektor Kelautan Indonesia Capai 1,2 Triliun Dolar AS/ Tahun” pada tanggal 31 Maret 2016, diakses dari http://www.teropongsenayan.com/35214-wow-potensi-ekonomi-sektor-kelautan-indonesia-capai-12-triliun-dolar-as-tahun pada tanggal 20 Desmber 2016, pada 11.30 WIB

Xinhuanet, “21 Asian countries sign MOU on establishing Asian Infrastructure Investment Bank" pada tanggal 24 Oktober 2014, diakses dari http://news.xinhuanet.com/english/business/2014-10/24/c_133740149.htm pada tanggal 10 Oktober 2016, pukul 10.00 WIB




DOI: http://dx.doi.org/10.22303/pir.1.2.2017.188-203

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

Kantor Redaksi Jurnal Power in International Relations (PIR) . Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241

 

Qries Qries Qries

 

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.