Membangun Kembali Budaya Maritim Indonesia: Melalui Romantisme Negara (Pemerintah) dan Civil Society

Muhammad Novan Prasetya

Sari


Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya laut yang sangat melimpah, terbentang dalam gugusan kepulauan yang terdiri tidak kurang dari 17.000 pulau dengan 13.466 pulau telah diberi nama, dan ribuan kilometer garis pantai. Sebanyak 92 pulau terluar sebagai garis pangkal wilayah perairan Indonesia ke arah laut lepas telah didaftarkan ke Perserikatan Bangsa Bangsa (UN) dan Negara yang memiliki garis pantai sepanjang 95.181 km dan terletak pada posisi sangat strategis antara Benua Asia dan Australia serta Samudera Hindia dan Pasifik. Indonesia pernah dikenal sebagai Negara Maritim karena budaya kelautan yang sangat maju di zaman dahulu, seperti suku Bugis yang dikenal juga dengan suku pelaut yang menjelajah hingga ke mancanegara, atau armada laut Sriwijaya dan Majapahit yang perkasa. Selain kebudayaan Maritim, Indonesia juga memiliki kekayaan laut yang termasuk paling besar di dunia, karakter topografi laut Indonesia yang sangat beragam karena terletak di batasan garis lempeng tektonik menjadikannya unik dibandingkan negara-negara lain, Namun, seiring berjalannya waktu, dengan kekayaan yang melimpah tersebut, identitas Maritim negara ini seperti terlupakan. Dewasa ini semakin menyadarkan kita, bahwa Indonesia semakin kehilangan kebanggaannya. Bait lagu “Nenekku seorang pelaut” bak lantunan yang sumbang. Berbagai permasalahan maritim kian lama kian menumpuk. Menjadi fakta pahit yang menyedihkan ketika pulau sipadan dan ligitan terkelupas dari Indonesia, dua pulau yang memiliki keindahan dan kekayaan hayati. Belum lagi pulau ambalat yang mempunyai cadangan minyak mentah yang melimpah masih menjadi sengketa. Saat ini Budaya Maritim Indonesia sama seperti sebuah kapal yang tak bernahkoda, jika kesadaran Maritim tidak segera diciptakan/dibangun kembali. Dalam Tulisan ini, penulis mencoba menyajikan sinergitas peran Negara dan Civil Society dalam membangun kembali kebudayaan Maritim yang telah memudar atau bahkan mulai menghilang.

Kata Kunci


Kebudayaan Maritim; Negara (Pemerintah); Civil Society; Sinergi.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Sondakh, B. K., 2010. Sejarah Maritim Indonesia: Meretas Sejarah Menegakkan Martabat Indonesia, Institute for Maritim Studies. http://indomaritiminstitute.org/wpcontent/uploads/2010/10/Sejarah-Maritim-Indonesia.pdf di akses pada tanggal 3 Desember

https://id.wikipedia.org/wiki/GarisPantaiIndonesia.di akses pada tanggal 3 Januari 2017

Mutiara Ilma Islami. 2014. Merajut Kembali Negara Maritim Indonesia melalui Aktivasi Tiga Elemen (Negara, Civil Society, dan Wawasan Maritim).

Anonim. 2014. Indonesia Raksasa Maritim: Masih Tertidur Lelap. http://www. bumn.go.id/pelindo1/berita/8386/Indonesia.Raksasa.Maritim:.Masih.Tertidur.Lelap. di akses pada tanggal 4 Desember

Nono.2014. Nono Sampono nyatakan urgensi paying undang-undang kemaritiman. http://metrobali.com/2014/08/27/nono-sampono-nyatakan-urgensi-payung-undang-undang-kemaritiman/. di akses pada tanggal 4 Desember

Tridoyo Kusumastanto dkk.2012. Kebijakan EKonomi Kelautan dengan Model Ekonomi Biru.Dewan Kelautan Indonesia.

Tridoyo Kusumastanto. 2012.Pemberdayaan Sumberdaya Kelautan, Perikanan Dan Perhubungan Laut dalam Abad XXI.http://www.lfip.org/english/pdf/bali-seminar/pemberdayaan%20sumber%20daya%20kelautan%20%20tridiyo%20kusumastanto.pdf. di akses pada tanggal 8 Desember

Alferd Thayer Mahan, The Influence of Sea Power Upon History, hal.1660-1783 .1660-1783 (Dover Military History, Weapons, Armor)

BPS.2014. Pendapatan Domestik Bruto. http://www.bps.go.id/ tab_sub/view. php?kat=2&tabel=1&daftar=1&id_subyek=11&notab=1.di akses pada tanggal 8 Desember




DOI: http://dx.doi.org/10.22303/pir.1.2.2017.176-187

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

Kantor Redaksi Jurnal Power in International Relations (PIR) . Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241

 

Qries Qries Qries

 

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.