Kebudayaan Dan Perannya Dalam Pembentukan Moral Menurut Perspektif Konstruktivis

Dwi Ardiyanti

Sari


Budaya dan pendidikan adalah dua faktor penting untuk membentuk nilai moral sebaagi manusia. Pandangan konstruktivis tentang pendidikan dan budaya adalah sebuah hal penting bagi kaum muda, karena mereka dilihat sebagai pemimpin di masa depan.  Ada banyak hal yang bisa dianalisa dalam melihat budaya dan pendidikan sebagai dasar utama nilai moral bagi semua penduduk, khususnya dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Seeprti yang kita ketahui bahwa globalisasi membuka akses terjadinya transfer antar budaya \, yang mamp mengubah atau mentranformasi budaya asli yang juga merupakan identitas sebuah bangsa. Tulisan ini menganalisa alasana dan  apa yang akan terjadi terhadap nilai moral kaum muda dengen keterbukaan akses terhadap pendidikan dan budaya dalam era globalisasi dilihat dari pandangan konstruktivisme. Dalam hal ini diplomasi memaikan peran pentingnya sebagai penguatan para akum muda. Seperti diketahui, pendidikan dan budaya sangat muda diterima oleh kaum muda. Pada saat yang sama, perubahan melalui pendidikan dan budaya dengan mudah diterima di seluruh dunia. Budaya dan pendidikan adalah dua media penting dalam diplomasi public. Pandangan konstruktivis adalah yang paling penting unuk menganalisa pendidikan dan budaya sebagai media diplomasi publik.

Kata Kunci


Pendidikan; Budaya; Diplomasi Public; dan Perspektif Konstruktivis

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Buku

Cowen, T. (2002). Creative Destruction: How Globalization is Chaning the World’s Cultural, Princeton University Press, New Jersey

Emst Von Glassefeld. 1989. Constructivism in Education. New York: Oxford.

Jurnal

Journal Research in Personality 38 (2004) 59-67.A dynamic Constructivist Approcah to Culture: Lesson Learned from Personality Psychology . University of Illinois, Champaign, IL 61820, USA

Journal Research in Personality 38 (2004) 59-67 A dynamic Constructivist Approcah to Culture: Lesson Learned from Personality Psychology. University of Illinois, Champaign, IL 61820, USA

Elke U. Weber and Christoper Hsee. Cross-Cultural Differences in Risk Perception but Cross-Cultural Similarities in Attitudes towards Perceived Risk. Managemen Science. Vol 44, No 9, pp 1205-17, 1998 dikutip dalam Hwajung Kim. Jurnal: Cultural Diplomacy as The Meand of Soft Power in an Information Age. Desember. 2011.

Louis Belanger. Redefining Cultural Diplomacy; Cultural Security and Foreign Policy in Canada, Politicla Psychology, Vol. 20, No.4, pp 677-699, 1999 dikutip dalam Hwajung Kim. Jurnal: Cultural Diplomacy as The Meand of Soft Power in an Information Age. Desember. 2011.

KI Won hong. Cultural Diplomacy from a Cultural Polict Prespective- Some Contestable Issues. Korea Assosiation of Arts Management. 2011.dikutip dalam Hwajung Kim. Jurnal: Cultural Diplomacy as The Meand of Soft Power in an Information Age. Desember. 2011

Emst Von Glassefeld. Constructivism in Education. New York: Oxford. 1989.

Robert Cox, Multilateralism and Democratization of world Order, paper for the international Symposium on Sources of Innovation in Multilateralism, laussane, may 26-28, 1994 as cited in J.A.Scholte, “The Globalization of Wworld Politics’, in J baylis and S Smith (eds)., The Globalization of World Politic, An Introduction to International Relations .New York: Oxford University Press, 1999.

Pieterse, J.N. (2004). Globalization and Culture: The Three Paradigms, Economic and Political Weekly.

Prasad, A., Prsad, P. 2006. Global Transition: the emerging new world order and its implication for business and managemen, Business Renaissance Quarterly.




DOI: http://dx.doi.org/10.22303/pir.1.1.2016.37-50

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by4.footer##

Kantor Redaksi Jurnal Power in International Relations (PIR) . Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241

 

Qries Qries Qries

 

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.